Masalah yang Penting dalam Sebuah Keamanan Sistem

Sudah 4 minggu lebih penulis gak ada kabar (curhat). Kali ini penulis kembali lagi untuk melanjutkan artikel sesuai dengan janji yang pernah ditulis sebelumnya yaitu "Mengenali Tingkat Keamanan pada Sistem Jaringan".

Keamanan Jaringan atau bahasa kerennya Network Security, memiliki peran yang sangat penting untuk dilakukan. Beberapa hal antara lain : memonitoring traffic jaringan dan mencegah terjadinya penyalahgunaan sumber daya yang telah disediakan pada jaringan namun tidak sah. Maka, disinilah Administrator Jaringan memiliki tugas dan kewajiban untuk mengontrol segala hal yang berada diruang lingkup jaringannya.


Dalam sebuah keamanan sistem terdapat 2 masalah yang sangat penting, yaitu :
  1. Data Loss.
  2. Intruder.
Berikut beberapa uraiannya :

*** Data Loss atau kehilangan data.

Merupakah suatu kondisi dimana terjadi kesalahan yang disengaja ataupun tidak dalam sistem informasi, dimana informasi dihancurkan atau kelalaian dalam penyimpanan, transmisi, atau pengolahan. Di dalam sistem informasi sendiri menerapkan backup atau pemulihan data dengan tujuan untuk mencegah kehilangan data atau mengembalikan data yang hilang.

Dan kehilangan data tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :
  1. Bencana.
    • Kebakaran.
    • Banjir.
    • Kerusuhan.
    • Gempa bumi.
    • Perang.
    • Pikirin yang dilanda GALAU, karena sampai saat ini juga masih JOMBLO.

  2. Dikarenakan kesalahan dari hardware maupun software.
    • Tidak berfungsinya dengan benar dalam hal pemprosesan.
    • Media penyimpanan yang tidak terbaca.
    • Karena, kesalahan pada masalah telekomunikasi.
    • Bug pada program yang digunakan.

  3. Disebabkan karena kelalaian dan kesalah manusia itu sendiri.
    • Kesalahan dalam proses pemasukan data.
    • Pemasangan media penyimpanan yang salah.
    • Menjalankan atau eksekusi program yang asal - asalan.
    • Kehilangan GEBETAN media penyimpanan.
Untuk menghindari kehilangan data, dapat diatasi dengan cara mengelola beberapa backup dan data backup tersebut ditempatkan jauh dari data orisinal.
*** Intruder atau penyusup.

Merupakan tindakan kriminal memasuki properti seseorang tanpa izin dari pemilik.

Tindakan dan perilaku penyusup tergantung dari motif yang akan dilakukan nantinya. Beberapa tindakan penyusup antara lain adalah :

  1. Penyusup aktif, merupakan penyusup yang melakukan perubahan yang tidak memiliki otoritas dalam data.
  2. Penyusup pasif, merupakan penyusup yang hanya membaca dan tidak memiliki otoritas penuh terhadap data.

Adapun beberapa kategori yang dimaksudkan terhadap tindakan penyusupan ini :
  • Pada sistem timesharing, kerja pemakai dapat diamati oleh orang yang berada disekelilingnya. Dengan lirikan mata non-teknis inilah dapat diketahui apa yang diketik saat pengisian password, maka pemakai non-teknis dapat mengakses fasilitas yang bukan haknya.
  • Penyadapan yang dilakukan oleh orang dalam.
  • Usaha hacker atau cracker dalam mencari uang.
  • Spionase militer dan bisnis.

Nahhh, sudah panjang kali lebar penulis menjelaskan tentang "Masalah yang Penting dalam Sebuah Keamanan Sistem". Semoga dengan adanya artikel ini ilmu pengetahuan kita bersama bertambah serta bermanfaat dan MAJULAH TEKNOLOGI INDONESIA ^_^

Comments